BPS Jember Peringatkan Inflasi Akibat Naiknya Harga BBM Non-subsidi

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Marno
3 Mar 2023 | 15:07
Sampul BPS Jember Peringatkan Inflasi Akibat Naiknya Harga BBM Non-subsidi
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Jember (Foto: Humas Dispendukcapil Jember)

KETIK, JEMBER – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Tri Erwandi  memperingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk waspada akan dampak dari kenaikan harga bahan bakar dan minyak (BBM) non-subsidi.

Per 1 Maret 2023 Pertamina kembali menaikkan harga BBM non-subsidi yaitu BBM Pertamax dan Pertamax Turbo. Harga BBM Pertamax naik sebesar Rp500 per liter, dari Rp12.800 menjadi Rp13.300 per liter di Pulau Jawa. Sedangkan Pertamax Turbo naik Rp750 per liter, yang sebelumnya dari Rp14.850 menjadi Rp15.100 per liter di Pulau Jawa.

Tri Erwandi menyebut kenaikan harga BBM non-subsidi masih dapat mempengaruhi inflasi dan harus tetap dipantau dampaknya. "Kenaikan harga BBM nonsubsidi tetap bisa mempengaruhi laju inflasi, sehingga hal tersebut harus diwaspadai dan dampaknya bisa berpengaruh pada inflasi bulan berikutnya," tuturnya.

Ia menerangkan bahwa BBM merupakan kelompok barang administered price, yaitu barang yang harganya diatur oleh pemerintah dan bagian kebutuhan masyarakat. Sehingga berapapun kenaikan harga dari barang tersebut dapat berpengaruh pada inflasi.

"Meskipun naiknya sedikit, bobotnya dalam andil laju inflasi cukup besar, sehingga hal itu harus diwaspadai oleh TPID agar tidak terlalu signifikan mempengaruhi laju inflasi pada Maret 2023," ujar Tri Erwandi.

Kepala BPS mengajak semua pihak ikut untuk serta mengendalikan laju inflasi, terutama saat menjelang bulan Ramadan dan Lebaran. Harapannya TPID melakukan tindakan preventif mengenai kenaikan laju inflasi.

Sementara itu, pada bulan Februari 2023, Kabupaten Jember mengalami inflasi month to month (mtm) sebesar 0,18%. Angka tersebut melampaui inflasi Jawa Timur sebesar 0,10% dan inflasi nasional 0,16%.(*)


Tags:

kenaikan BBM Inflasi Jember BPS Jember

Berita Lainnya oleh Fenna Nurul: