Dishub Jember Terus Evaluasi Ruas Satu Arah di Jalan Jawa

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa
3 Oct 2023 | 10:36
Sampul Dishub Jember Terus Evaluasi Ruas Satu Arah di Jalan Jawa
Rekayasa arus satu arah di Jalan Jawa, Sumbersari, Kabupaten Jember (2/10/2023) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Untuk mengurai kepadatan kendaraan di ruas Jalan Jawa, Sumbersari pada jam-jam tertentu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember melakukan manajemen rekayasa arus satu arah.

Pengaturan sistem satu arah di Jalan Jawa mulai diberlakukan pada Senin (2/10/2023) pada pagi hari pukul 06.00-08.00 dan sore pukul 16.00-18.00. Kecuali angkutan kota (angkot) dan hari libur.

Pada waktu tersebut, disinyalir terjadi kepadatan volume kendaraan karena masyarakat secara bersamaan mengantarkan anak sekolah, berangkat dan pulang kerja. Apalagi di ruas jalan tersebut banyak instansi pendidikan dan kantor pemerintah yang cukup berdekatan.

“Kajian survei kita di pukul 16.30 Jalan Jawa - Bundaran Waru sangat padat, volumenya sudah mengarah visi rasio D, otomatis ada perlambatan kendaraan,” jelas Kepala Dishub Jember, Agus Wijaya kepada media online nasional Ketik.co.id saat memantau arus lalu lintas di Jalan Jawa pada Senin (2/9/2023) sore.

Visi Rasio D berarti kapasitas jalan sudah tidak dapat menampung volume kendaraan yang melintas.

Hari pertama diberlakukan, Agus mengatakan masyarakat memerlukan waktu 3-4 hari untuk beradaptasi dengan arus lalu lintas baru. “Terlihat masyarakat sebagian ada yang paham walaupun ada 1-2 kendaraan roda dua yang nakal menerobos,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, arus lalu lintas di Jalan Jawa dari arah Prosalina menuju Bundaran Waru lancar. Namun, justru terjadi kemacetan di ruas Jalan Kalimantan dan Jalan Mastrip. 

Agus mengatakan bahwa itu merupakan hal yang biasa terjadi pada rekayasa lalu lintas. “Begitu Jalan Jawa ini ditutup pasti ada dampak ruas jalan lain yang menjadi besar (volume). Itu akan menjadi bahan evaluasi kita,” paparnya

Soal faktor penghambat kelancaran lalu lintas di jalan tersebut, Agus menyebutkan beberapa hambatan samping yaitu pejalan kaki, parkir kendaraan, dan pedagang kaki lima. 

Tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Tidak hanya dari kami, juga bagian dari bidang lain yang akan kita sampaikan untuk mencari solusi bersama,” jelas Agus.

Ke depan, ia berharap masyarakat bisa menertibkan diri dengan lebih bijak menggunakan kendaraan bermotor dan bisa beralih pada angkutan umum.

“Banyak yang menggunakan roda dua tapi sendiri, atau mobil yang penumpangnya hanya 1-2 orang saja, maka dari situ diperlukan angkutan umum untuk membantu efisiensi transportasi,” pungkas Agus.(*)


Tags:

Satu arah Jalan Jawa Jember Dishub Jember evaluasi PKL parkir Jalan Jawa Rekayasa Lalu Lintas

Berita Lainnya oleh Fenna Nurul: